Senin, 22 Juni 2015

STRATEGI PARIWISATA INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

(Penulis: Taufik Hidayat - Mahasiswa Manajemen Pariwisata
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata YAPARI-AKTRIPA Bandung)

Editor: Titing Kartika, S.Pd., MM., MBA Tourism (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata YAPARI-AKTRIPA Bandung)


        Seluruh anggota ASEAN yang terdiri dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Thailand, Filipina, Laos dan Myanmar telah menandatangani dan menyetujui kesepakatan melalui MoU (memorandum of understanding) untuk melakukan perdagangan bebas atau integrasi ekonomi di wilayah ASEAN. Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN, tentunya tertantang untuk dapat meningkatkan persaingan agar MEA tidak menjadi bumerang bagi program yang telah disetujuinya tersebut. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, Indonesia berada pada peringkat pertama untuk jumlah penduduk terbesar di wilayah ASEAN. Namun sayangnya, jumlah penduduk yang besar tidak dapat menjamin Indonesia untuk bisa unggul pada persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. Karena jika kita berbicara mengenai MEA, pemikiran kita akan langsung tertuju pada permasalahan kualitas sumber daya manusia yang ada. Lalu timbul pertanyaan, apakah sumber daya manusia di Indonesia sudah mampu bersaing pada tingkat ASEAN?

        Fokus pada kegiatan pariwisata, MEA tentunya akan menyentuh sektor pariwisata sebagai target persaingan karena pariwisata telah dinilai sebagai salah satu sektor yang mampu meningkatkan devisa negara dan seluruh kegiatan yang dihasilkan oleh pariwisata selalu bersinergi dengan kegiatan ekonomi. Keuntungan lainnya yang dimilki pariwisata adalah karena pariwisata berdampak ganda (multiplier effect),pariwisata mempunyai jangka penggunaan atau pemanfaatan yang panjang (everlasting time) dan pariwisata sebagai sektor yang hanya memerlukan modal/pengeluaran yang sedikit namunmendatangkan pendapatan yang besar (low budget but high income). Pariwisata di Indonesia sebenarnya telah memenuhi seluruh kualifikasi tersebut, namun nyatanya belum sepenuhnya disadari sehingga pemanfaatan dari ketiga dasar konsep  tersebut belum mencapai hasil yang optimal. Lalu bagaimana strategi pariwisata Indonesia memposisikan dirinya sebagai pesaing terberat di ajang Economic ASEAN Community yang telah disepakati tersebut?

        Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang berkompeten di bidang pariwisata. Kompetensi ini dapat dimulai dari memperbaiki semua permasalahan di industri pariwisata baik primer maupun sekunder dan usaha kepariwisataan terkait. Pemilik industri pariwisata seperti perusahaan transportasi, akomodasi, restoran dan catering, biro perjalan wisata, souvenir shop, dan lainnya seharusnya mampu memberikan dorongan pada karyawannya agar memiliki kompetensi dan kemampuan yang berdaya saing tinggi terhadap asing. Peran usaha kepariwisataanpun seharusnya digiatkan dengan memberlakukan sertifikasi kepada setiap pelaku usaha pariwisata, hal ini dirasa penting agar orang-orang yang berkecimpung di usaha kepariwisataan memiliki standar yang sama dalam memenuhi dan melayani kebutuhan wisatawan.

        Saat ini, pesaing terberat Indonesia pada sektor pariwisata di kawasan ASEAN adalah Negara Singapura. Mengapa Singapura bisa mengungguli pariwisata Indonesia padahal daya tarik wisata yang mereka miliki lebih banyak unsur buatan manusianya (man made)? sedangkan Indonesia jauh lebih banyak memiliki potensi sumber daya alam yang lebih indah dan dikenal dunia. Kekayaan alam Indonesia terbentang luas dari Sabang hingga Marauke, mulai dari wisata pegunung, bahari, alam, budaya, minat khusus semuanya tersedia di Indonesia. Kelemahan kita hanyalah ada pada sumber daya manusianya, Indonesia masih kekurangan orang-orang yang mampu berfikir keras untuk kesejahteraan pariwisata Indonesia. Kelembagaan pariwisata yang seharusnya diisi oleh sarjana-sarjana pemikir masa depan pariwisata Indonesia malah dikuasi oleh sarjana-sarjana non-pariwisata yang belum tentu paham tentang kondisi kepariwisataan di Indonesia. Maka dari itu, permasalah sumber daya manusia dianggap sangat krusial dan berpengaruh dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan, ditambah persoalan mendasar mengenai komponen kepariwisataan yang terdiri dari atraksi, amenitas, aksesibilitas, image/citra dan harga (Middleton, 1989 dalam Ricardson dan Fluker, 2004: 50) yang fungsi pengawasannya belum begitu maksimal. Padahal, fungsi tersebut penting dilakukan agar pariwisata Indonesia tetap berada di posisi stabil.

        Belajar dari Negara Singapura yang benar-benar memperhatikan sektor pariwisatanya dari segala aspek, seharusnya pariwisata Indonesia mampu mengungguli pariwisata Singapura melalui metode ATM (amati, tiru dan modifikasi), mengingat jumlah penduduk Indonesia yang lebih banyak dan dengan diberikan kompetensi keahlian yang mendukung maka Indonesia dapat menjawab semua permasalahan pariwisata yang selama ini menjadi polemik yang berkelanjutan. Jika kekurangan-kekurangan tersebut dapat segera diperbaiki, bukan hal yang mustahil pelaku pariwisata Indonesia akan mampu bersaing kuat dalam persaingan masyarakat ekonomi di wilayah ASEAN

PARIWISATA UNTUK KEHIDUPAN MASA DEPAN BANGSA


(Penulis: Taufik Hidayat - Mahasiswa Manajemen Pariwisata
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata YAPARI-AKTRIPA Bandung)


Pemerintah Indonesia di bawah kabinet kerja kepemimpinan presiden baru Bapak Ir. H. Joko Widodo pada tahun 2014 telah resmi mengubah nama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi Kementerian Pariwisata. Perubahan ini dilakukan karena pemerintah telah menyadari bahwa pariwisata harus sudah lebih konsen untuk mengembangkan pariwisata nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2014 mencapai 9,44 juta yang berarti naik 7,19% dari tahun 2013 yang hanya berjumlah 8,8 juta. Ini menjadikan daya saing pariwisata Indonesia berada pada urutan 70 dari 140 negara di dunia. Dilihat dari pertumbuhan yang menjanjikan ini, sudah sewajarnya pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah fokus terhadap bidang pariwisata tanpa mencampur bidang pariwisata dengan bidang-bidang lainnya. 

Keseriusan pemerintah terhadap pariwisata sudah terlihat dari sisi pendidikan, perguruan tinggi pariwisata di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan jumlah. Pada tahun 2014 saja, terdapat 53 Perguruan Tinggi Pariwisata dari 4.300 perguruan Tinggi di Indonesia (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi 2014). Peningkatan jumlah ini selalu disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia berkompeten di bidang pariwisata yang setiap tahun terus meningkat pula. Dengan berkembangnya perguruan tinggi pariwisata, diharapkan mampu melahirkan SDM berkompeten yang mengerti tentang kondisi pariwisata di Indonesia sehingga SDM pariwisata Indonesia dapat bersaing dan tidak dikuasai oleh asing. Lalu, seberapa berpeluangkah bidang pariwisata dapat menyerap tenaga kerja?

United Nations of Word Tourism Organization (UNWTO) menyatakan bahwa satu dari sebelas peluang kerja di dunia adalah di bidang pariwisata. Di Indonesia sendiri, sudah terdapat 375.000  tenaga kerja pariwisata dan 32% atau sekitar 121.520-nya telah memiliki sertifikasi kompetensi pariwisata (Metro TV News, 2014). Peluang kerja ini akan terus bertambah jika pariwisata di Indonesia dapat dikembangkan secara optimal karena sebenarnya perkembangan karakteristik bisnis pariwisata Indonesia terus mengalami peningkatan, peningkatan ini tentu harus diikuti oleh jumlah tenaga kerja pariwisata yang semakin meningkat pula. Kelemahan pariwisata di Indonesia ada pada infrastruktur pariwisata, infrastruktur informasi, komunikasi dan teknologi serta permasalahan kesehatan dan kebersihan yang ketiganya termasuk ke dalam bottom three masalah prioritas kepariwisataan Indonesia (Word Economic Forum, 2013) . Jika kelemahan ini dapat ditanggulangi, maka investor akan melirik Indonesia sebagai tempat yang potensial untuk ditanamkan modal, khususnya modal bisnis kepariwisataan.

Saat ini pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan kawasan pariwisata, salah satu yang akan terealisasi adalah kawasan Tanjung Lesung yang berada di Pandeglang Banten yang sedang  dalam tahap pembangunan integrasi kawasan seperti yang ada di Nusa Dua Bali. Dengan luas kawasan empat sampai dengan lima kalinya kawasan Nusa Dua Bali, kawasan ini sebenarnya sudah dimulai pembangunannya sejak tahun 1997 dan rencanya, pengembangan kawansan ini akan dimulai dengan membuat flora & fauna conservation park dan kawasan wisata mangrove. Tentunya pengembangan kawasan ini akan memberikan kesempatan kepada investor baik lokal maupun asing untuk dapat menginvestasikan jaminannya pada pengembangan kawasan ini. Kawasan ini nantinya dapat ditempuh selama empat jam dari Jakarta dengan jarak kurang lebih 186 km dan rencananya juga akan dibangun mini airport yang bisa didarati oleh pesawat kecil berkapasitas 30 orang. Lokasinya pun yang strategis karena dekat dengan wilayah Baduy, Ujung Kulon dan Gunung Krakatau menambah keistimewaan kawasan ini. Dampak finansial yang dihasilkanpun sangat banyak yaitu mulai dari penyerapan tenaga kerja, citra daya tarik wisata yang semakin terangkat, pendapatan asli daerah akan tumbuh dengan pesat serta terjalinnya corporate responsibility social (CRS) antara perusahaan dengan masyarakat lokal di bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain Tanjung Lesung, daerah lainnya yang direncanakan akan dijadikan integrasi kawasan antara lain Bintan, Natuna, Lombok, Lampung, Berau, dan Bangka Belitung. Bahkan, Bangka Belitung akan sudah dijadikan sebagai daerah industri berbasis pariwisata yang bisa disinggahi oleh kapal pesiar serta Kepulauan Natuna di Provinsi Kepualaun Riau yang sudah dijadikan tempat latihan bagi taruna se-ASEAN. Hal ini disampaikan oleh Bapak Poernomo Siswoprasetjo TJ, MBA beliau adalah CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter saat memberikan seminar “Perkembangan Karakteristik Bisnis Pariwisata Dalam Memasuki Era MEA 2015” di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada tanggal 4 Mei 2015 lalu.

Kegiatan pariwisata selalu saja bersinergi dengan kegiatan ekonomi. Sistem ekonomi menyatakan bahwa setiap ada kegiatan pasti akan ada penyerapan tenaga kerja dan penurunan tingkat pengangguran lalu peningkatan pendapatan yang berujung pada kesejahteraan masyarakatnya. Saat ini, pembangunan kawasan wisata semakin banyak dan strategi unggul untuk meningkatkan kualifikasi SDM pariwisata pun sudah gencar dilakukan. Maka dari itu, target sektor pariwisata Indonesia adalah harus bisa masuk ke tiga besar sektor yang menghasilkan devisa bagi negara (selama ini adalah sektor migas, pertambangan dan pertanian/perkebunan). Dengan segala keunggulan pariwisata yang dimiliki dan keseriusan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata nasional, hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Sehingga dengan melihat perkembangan pariwisata Indonesia yang semakin maju dan prospek kegiatan pariwisata yang menjanjikan di masa depan, sudah seharusnya pariwisata Indonesia berkontribusi besar bagi kehidupan masa depan bangsa.

Jumat, 25 April 2014

3D2N “ BANDUNG - JOGJA HOLIDAY TOUR ”

DAY 1
Dijemput pagi hari di Bandung menuju Jogja.  Setiba di Jogja check in Hotel yang berlokasi strategis di pusat kota Malioboro. Peserta dibebaskan jalan-jalan di sekitar Malioboro, MALIOBORO adalah pusat oleh-oleh khas Jogja yang sering dikunjungi turis mancanegara, bebas menuju MIROTA BATIK dan PASAR BRINGHARJO untuk berbelanja hiasan-hiasan etnik serta oleh-oleh khas jogja. Kembali ke Hotel , Istirahat malam. (Termasuk Makan Siang dan Makan Malam)

DAY 2
Setelah sarapan pagi, perjalanan dimulai menuju KERATON YOGYAKARTA. Keraton masih kerajaan yang tertata rapi dengan adat-adat yang masih kental, dan juga salah satu objek wisata wajib didatangi di Jogja. Perjalnan dilanjutkan menuju  KALIURANG, daerah wisata dengan pemandangan alam yang indah dan beriklim dingin di lereng Gunung Merapi, 25 km sebelah utara kota Yogyakarta. Setelah menikmati wisata alam Kaliurang, makan siang di restoran setempat. Setelah makan siang perjalanan dilanjutkan menuju CANDI PRAMBANAN, merupakan candi Hindu tercantik di dunia dan terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-10. Perjalanan selanjutnya menuju PANTAI PARANG TRITIS, dan kembali ke Hotel untuk beristirahat. (Termasuk Makan Siang dan Makan Malam)

DAY 3
Setelah sarapan pagi di hotel, check out hotel, perjalanan dimulai menuju CANDI BOROBUDUR, merupakan candi Budha terbesar di Indonesia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Setelah wisata di Candi Borobudur, perjalananan menuju Bandung, diperkirakan sampai Bandung sore atau malam hari. Tour selesai.
(Termasuk Makan Siang)


Harga Rp 1.665.000/per orang (Hotel Ibis Malioboro ***) atau
Harga Rp 1.425.000/per orang (Hotel Cakra Kembang Malioboro **)

Selasa, 23 April 2013

SEJARAH HUTAN WISATA MATA KUCING

Temen-temen yang sudah lama tinggal di Kota  Batam pastinya tau dengan tempat wisata yang satu ini. Yap "Hutan Wisata Mata Kucing". Tempat wisata yang berada di daerah Sei Temiang ini memang ditata sedemikian rupa menjadi Wisata Kebun Binatang, namun, taukah teman-teman dari mana sih asal mula nama Hutan Mata Kucing ini ? dan mengapa diberi nama Mata Kucing ?

Baiklah penulis akan sedikit bercerita tentang sejarah nama Hutan Mata Kucing, serta apa-apa saja yang menarik di dalamnya sehingga tempat ini sangat saya rekomendasikan kepada teman-teman yang belum pernah berkunjung ke tempat ini atau yang baru saja datang ke Kota Batam.

Pada zaman dahulu, tempat ini adalah sebuah hutan yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki dan belum dapat sama sekali dilewati oleh kendaraan, pada waktu ini masyarakat yang pernah tinggal di daerah ini, ketika malam hari, sering melihat cahaya-cahaya terang dari dalam hutan yang mengincar dan melihat ke arah mereka, dan konon mata itu adalah mata dari seekor harimau. Namun, masyarakat Kota Batam pada waktu itu sangat menjaga adat yaitu pantang sekali menyebut kata "HARIMAU". Dan untuk mengganti kata harimau tersebut, maka disebutlah "Mata Kucing" untuk mengganti istilah tersebut.

          Apa aja sih di dalamnya ? Sekitar tahun 2009, pemerintah Kota Batam membuat tempat ini menjadi tempat wisata. Tempat ini pun di desain sedemikian rupa menjadi kebun binatang, waktu demi waktu tempat inipun sudah di huni oleh beberapa satwa seperti kera, burung elang botak, buaya, tupai, beruang madu, siamang, ular sawah, biawak dan berbagai macam jenis kucing. Dan yang paling menarik dan menjadi primadona di tempat ini adalah adanya ikan arwana yang konon panjangnya mencapai 2 Meter 93 Cm yang di letakan di sebuah danau yang cukup luas, ada kebiasaan para pengunjung yang datang untuk memanggil ikan ini yaitu dengan cara mengetuk-ngetukan kaki mereka ke tanah, dan alhasil ikan berukuran jumbo itupun menghampiri mereka.

          Tempat wisata ini mungkin bisa menjadi alternatif liburan anda di Kota Batam, di tempat ini pula anda dapat merasakan suasana hutan alami yang masih asri. Tempat inipun sudah disediakan beberapa fasilitas seperti toilet, tempat mandi, wahana permainan anak, flying fox dan gubuk untuk beristirahat. Penasaran ? Anda hanya membayar Rp. 10.000/orang untuk masuk ke tempat ini dan Rp. 2.000 untuk kendaraan bermotor anda. Selamat liburan dan selamat menikmati.

Senin, 22 April 2013

PANORAMA PIAYU LAUT, SI UJUNG BATAM

Tanjung Piayu ? Ya, sebagian besar penduduk di Batam mengenal Tanjung Piayu sebagai tempat terpencil di ujung Batam. Daerah ini masih memiliki adat dan budaya yang masih kuat, dan kini, masih ada beberapa suku yang menempati daerah tersebut, seperti Suku Batak, Suku Jawa, Suku Minang dan sebagainnya. Tetapi taukah anda sekalian, tempat yang dulunya dianggap sebelah mata, sekarang berubah penampilan menjadi tempat yang sangat indah. Dengan akses yang mudah dilalui sepeda motor bahkan mobil mempermudah anda untuk menjangkau daerah ini. Ada apa aja sih sebenarnya disana ? Pemandangan Hutan Bakau, Anda dapat melihat pemandangan menakjubkan dimana sepanjang penjalanan, anda disuguhi oleh View Hutan Bakau pada sisi kiri dan kanan anda, dengan jalur masih sepi, anda bisa saja berhenti disembarang tempat untuk sekedar mengambil foto.

Hamparan jalan panjang yang kita lewati akan menampilkan si Icon Batam Island alias Jembatan Barelang. sungguh tak disangka ketika penulis mendapatkan informasi kalau di daerah ini dapat melihat Jembatan raksasa itu, dan alhasil, sungguh luar biasa pemandangan cantik Jembatan Barelang yang jarang sekali orang lihat ketika memandangnya dari jauh.

Perkampungan, di Batam memang banyak perkampungan tua, namun yang ini berbeda. Di sini anda bisa memasuki beberapa kampung. Dan pastinya harus meminta izin terlebih dahulu kepada penduduk setempat, seperti, perkampungan Jawa yang mana semua penduduknya berasal dari daerah jawa dan juga Perkampungan Muslim/Islam yang mana seluruh penduduknya merupakan masyarakat muslim, dan jika anda hanya mengetahui pohon kurma hanya dapat tumbuh di tanah arab, jangan heran kalau anda bisa melihat pohon kurma yang tingginya mencapai 2 meter. Ini tidak mengherankan, karena kampung muslim ini di buat sedemikian rupa menjadi perkampungan muslim seperti yang ada di arab, mulai dari suasana, panorama dan juga kebiasaannya.

Pengrajin rumput laut, berbeda sekali kehidupan di kota. Penulis lihat disini adalah penduduk yang bermata pencaharian sebagai pengrajin rumput laut, jika anda berkunjung kesini anda akan melihat banyak sekali rumput laut yang bergelantungan dijemur di bawah sinar matahari. Namun jangan heran kalau tempat ini agak sedikit berbau tidak sedap, Namanya juga pinggir laut. Nah, Penasaran bukan ? tempat ini bisa menjadi alternatif liburan anda yang ingin sekedar berfoto dan mencari angin segar bersama teman-teman terdekat anda. Batam oh Batam, Selalu saja ada yang baru.

         

MENUJU DESA SADAR WISATA: PEMERINTAH DESA LUBUK MENYELENGGARAKAN BIMTEK PENGEMBANGAN PARIWISATA TINGKAT DESA

Oleh: Taufik Hidayat | Analis Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Pemerintah Desa Lubuk bersama Badan Permusyawara...